Mengenal Adat Istiadat Dalam Bahasa Sunda Di Kuningan

Budaya, Informasi2,767 views

KUNINGAN ONLINE – Bhineka Tunggal Ika itulah semboyan negara Indonesia, yang berarti berbeda-beda tetapi tetap satu. Perbedaan yang dimaksud adalah beragamnya suku dan budaya di Indonesia, termasuk bahasa. Di Kuningan sendiri karena termasuk ke dalam wilayah Jawa Barat menggunakan bahasa Sunda.

Iklan

Namun di zaman sekarang banyak orang lebih bangga menggunakan bahasa Indonesia atau bahkan bahasa Asing. Jangan sampai kita meninggalkan bahasa daerah, kuninganonline.com merangkum beberapa kosa kata bahasa Sunda yang termasuk adat istiadat di Kuningan.

Iklan
  1. Molah

Ikatan kerja sama dalam memelihara dan mengurus sawah antara pemilik dengan buruh tani yang pengaturan gajinya merupakan persentase dari hasil panen.

  1. Ngalanja

Kotrak dalam menyewa lahan sawah untuk jangka waktu semusim komuditas yang ditanam, pembayarannya bisa dimuka atau dengan hasil panen.

Iklan
  1. Nyeblok

Kontrak kerjasama pengerjaan dan pemeliharaan tanaman padi oleh buruh tani dari mulai mencabut benih hingga memanen dengan upah secara bagi hasil 1:8.

  1. Bawon

Sistem bagi hasil yang diberikan kepada buruh tani yang mengerjakan sepetak lahan dari mulai masa tanam padi sampai masa panen, yang besarnya bagi hasil tersebut bergantung pada luas lahan pertanian yang ditanami dan banyaknya hasil perolehan panen.

  1. Lumuran

Urusan yang diberikan oleh pemilik sawah dari hasil muswarah yang disesuaikan dengan luasan tanah yang dimiliki untuk keperluan Gawe dayeuh (Upah kemit dan dana sosial lainnya) dan dipungut setiap panen rendeng.

  1. Rereksak

Suatu acara doa bersama dilingkungan atau blok agar terhindar dari musibah dan dilaksanakan umumnya pada bulan Djulhijah (Bulan Sura).

  1. Nujul

Upacara tujuh bulan mengandung dengan menghadirkan sanak keluarga dan tetangga, upacara tersebut diakhiri dengan memandikan yang hamil tujuh bulan tersebut.

  1. Koprekan

Upaya yang dilakukan untuk menjaga keamanan yang dilakukan di blok/desa oleh warga masyarakat yang diwarnai dengan menabuh kokol sambil berkeliling di malam hari.

  1. Ngagembyung

Penampilan seni tradisonal dengan rebana sambil mengumandangkan bacaan-bacaan sholawat saling bersahutan dan biasanya pada bulan maulid (peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW).

  1. Ngadegkeun

Proses pembangunan rumah yang dilakukan oleh seorang dengan dicirikan pemasangan rangka atap.

  1. Sewaka

Kontrak informasi antara orang yang sedang mengandung dan dukun beranak (paraji) dengan memberikan parawanten kepada paraji dengan maksud pada saat melahirkan nanti diharapkan paraji dapat membantu.

  1. Muput

Suatu upacara bagi orang yang telah melahirkan dengan ditandai pengasapan menggunakan limbah besi dan rempah-rempah yang dilakukan oleh paraji. Acara muput ditandai dengan pemberian nama bayi secara resmi serta pada saat tersebut para keluarga dan tetangga hadir menyampaikan rasa suka cita.

  1. Puraga

Tugas yang diberikan oleh desa kepada warganya dengan kewajiban melaksanakannya dalam kegiatan-kegiatan pembangunan. (Ida/Mgg)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *