Manfaatkan Limbah Jerami Untuk Pakan Ternak

Informasi, Opini1,774 views

KUNINGAN ONLINE – Banyaknya lahan persawahan di Kuningan mengakibatkan meningkatnya jumlah limbah jerami ketika masa panen, tapi hal ini tidak berarti buruk karena limbah jerami bisa digunakan untuk pakan hewan ternak.

Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian Kementrian Pertanian dalam bukunya, 600 Teknologi Inovatif Pertanian menjelaskan bagaimana cara limbah jerami diubah jadi pakan ternak.

Iklan
Iklan

Jerami tidak bisa langsung diberikan pada hewan ternak karena rendahnya kandungan protein kasar, lignin dan silika. Untuk itu, jerami perlu difermentasi menggunakan campuran bahan starter mikroba yang mampu menghasilkan enzim pemecah serat, yaitu proteolitik, lignolitik, selulolitik, lipolitik dan bersifat fiksasi nitrogen non simbiotik, contohnya starbio dan starbioplus. Selain murah, mikroba ini dapat menghasilkan jerami yang disukai ternak.

Bahan-bahan dan takaran yang digunakan untuk fermentasi jerami adalah jerami kering sebanyak 800 kg, Probiotik In Vivo/vitro 3 liter, molase/tetes tebu sebagai sumber energi awal untuk mikroba inkubasi sebanyak 20 kg, dan yang terakhir air sumur tanpa klorinasi sebanyak 177 liter.

Iklan

Untuk mengolahnya harus menyiapkan tempat teduh yang sudah ditaburi kapur, lantainya harus lebih tinggi minimal 50 cm dari sekitarnya. Pertama, tumpuk jerami setebal 20 cm, lalu padatkan dengan cara diinjak injak atau menggunakan alat stemper (pemadat tanah uruk).

Siapkan formula probiotik untuk bioactivator, campur priobotik dengan tetes tebu sebanyak 0.4 kg dan air. tumpuk lagi jerami setinggi 20 cm dan lakukan hal yang sama sampai jerami habis. Kemudian tutup jerami dengan terpal dan biarkan selama 30 hari.

Jika jerami sudah melunak dan aromanya seperti tape, serta tumpukan dalam jerami sudah mengeluarkan jamur berwarna putih dan kuning, maka bisa dipastikan fermentasi sudah selesai.

Jerami fermentasi bisa digunakan selama setahun sehingga bisa digunakan untuk cadangan pakan tahan lama, praktis dan murah. Selain itu, jerami fermentasi mempunyai banyak manfaat lain.

Diantaranya, mempunyai kandungan protein lebih tinggi dari jerami biasa (sekitar 7 – 9%), jerami fermentasi lebih mudah dicerna oleh hewan ternak, aromanya tidak berbau busuk bahkan bisa dikatakan memiliki aroma harum, pakan yang dihasilkan lebih higienis meskipun menggunakan bahan yang mudah didapat dan murah. (Ida/Mgg)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *