Kalak BPBD, 15 Kecamatan Rawan Bencana

Informasi544 views
Iklan

KUNINGAN ONLINE – Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Indra Bayu Permana mengatakan Kuningan termasuk dalam zona rawan bencana alam.

Hal itu menyusul dengan kondisi dan letak geografis dikelilingi perbukitan dan keberadaan Gunung Ciremai, ini tidak menutup kemungkinan membuat terjadi beberapa daerah rawan terjadi banjir, longsor dan tanah bergerak alias longsor.

Iklan

“Ada 15 kecamatan yang termasuk dalam wilayah rawa terjadi bencana. Kecamatan yang rawan bencana yaitu, Kecamatan Kadugede, Karangkancana, Selajambe, Nusaherang, Hantara, Darma, Subang, Cilebak, Ciniru, Ciwaru, Cimahi Cibeureum, Cibingbin, Luragung dan Cidahu,” kata Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Kuningan Indra Bayu, saat ditemui dikantorna, Rabu (22/9/2020).

Keberadaan Sesar Baribis segmen Ciremai, kata dia, juga menjadi salah satu penyebab gempa bumi rawan terjadi di Kabupaten Kuningan

Iklan

“Namun untuk gempa bumi dan pergerakan tanah biasanya terjadi secara periodik. Justru tanah longsor dan banjir yang sangat rawan terjadi,” ungkapnya.

Disamping itu, pihaknya melakukan antisipasi seperti membuat sodetan di Sungai Cijangkelok yang seringkali meluap saat hujan turun dengan intensitas tinggi.

“Bencana banjir sendiri terakhir kali terjadi pada pertengahan bulan Februari lalu. Saat itu dua desa di Kecamatan Cibingbin terendam akibat meluapnya sungai Cijangkelok,” ujar Indra yang juga mantan Camat.

Mengenai data BMKG, Indra mengatakan, musim Kemarau wiwilayah Kabupaten Kuningan diprediksi masih akan terjadi hingga akhir bulan Oktober mendatang.

“Meskipun dalam dua hari terakhir hujan turun di beberapa wilayah. Saat musim kemarau bukan berarti tidak ada hujan, ada namun sedikit dengan intensitas kurang dari 150 milimeter perbulan,” ujar Indra.

Hujan yang turun dalam dua hari terakhir ini disebabkan oleh perlambatan kecepatan angin yang didukung tingginya kelembaban udara.

“Faktor penyebabnya yang bersifat sementara yaitu perlambatan kecepatan angin di Jawa Barat diduukung kelembaban udara yang tinggi jadi menimbulkan awan hujan,” katanya.

Mengenai informasi dari BMKG Stasiun Meteorologi Kertajati, kata dia, mencatat musim hujan baru akan terjadi pada awal bulan November.

“Dari 32 kecamatan di Kabupaten Kuningan, 23 kecamatan akan terlebih dahulu mengalami hujan,” ujarnya. (OM)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *