Hadapi Pilkada 2024, PKS Kuningan Bangun Kerjasama yang Solid dan Optimis

Politik, Sosial411 views

KUNINGAN ONLINE – Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Kabupaten Kuningan tengah melakukan penjajakan komunikasi dengan semua partai politik dalam rangka membentuk koalisi untuk menghadapi Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2024.

Demikian disampaikan oleh Ketua DPD PKS Kabupaten Kuningan, Dwi Basyuni usai kegiatan bersama Calon Bupati Dr. Alfan Syafi’i di Aula Kantor DPD PKS, Minggu (9/6/2024).

Iklan

Menurutnya, komunikasi yang baik dengan partai lain adalah kunci untuk membangun kerjasama yang solid dan optimis dalam menghadapi tantangan di masyarakat.

“Kami telah bertemu dengan berbagai partai, termasuk PDIP. Kami berusaha mencari teman kerjasama untuk membentuk koalisi yang kuat, sekaligus membantu mencarikan pasangan calon yang tepat,” tutur Dwi.

Iklan

Dia juga menyebut hubungan akrab PKS dengan Partai Persatuan Pembangunan (PPP) serta pentingnya komunikasi antarpartai dalam menghadapi situasi politik di Kuningan.

Dwi Basyuni mengingatkan pengalaman PKS pada tahun 2008 saat mengkampanyekan calon gubernur Ahmad Heryawan (Kang Aher) yang awalnya diragukan oleh lembaga survei, namun akhirnya mendapatkan restu dan kemenangan.

“Optimisme harus dibangun dan semua pihak diajak untuk bersatu. Kami ingin mengajak seluruh komponen masyarakat, partai, dan calon untuk bersama-sama membangun Kuningan. Kekurangan yang ada tidak harus dibiarkan, melainkan diatasi bersama,” tambahnya.

Dwi menegaskan bahwa PKS sangat terbuka terhadap tokoh-tokoh Kuningan yang ingin maju di Pilkada. PKS melihat banyak calon potensial yang akan muncul dan bersaing, dan menurutnya, banyaknya calon justru menguntungkan PKS.

“Setiap calon memiliki keunikan dan kelebihan masing-masing. Kami memandang ke depan dengan semangat dan optimis untuk kemajuan Kuningan. Kami siap membuktikan bahwa PKS adalah partai yang solid dan siap memimpin,” tegasnya.

Dia juga menjelaskan tentang strategi PKS dalam Pilkada, mengingat situasi politik yang memerlukan koalisi karena tidak ada partai yang memiliki cukup kursi untuk maju sendiri, termasuk PDIP.

“Situasi saat ini menunjukkan bahwa setiap partai harus berkoalisi karena tidak cukup kursi untuk maju sendiri. Ini adalah tantangan yang harus dihadapi dengan soliditas dan semangat bersama,” pungkasnya. (OM)