Guru Honorer, Naik Turun Bukit dan Gaji Dirapel 3 Bulan Sekali

KUNINGAN ONLINE – Elly Mekawati (38) merupakan seorang guru honorer asal Desa Subang, Kecamatan Subang, Kabupaten Kuningan, menerima penghargaan guru berdedikasi tinggi dari Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kabupaten Kuningan.

Elly merupakan satu dari enam orang guru yang mendapat penghargaan serupa. Penghargaan itu Elly terima langsung dari Bupati Kuningan Acep Purnama dalam momen puncak HUT ke 75 PGRI dan Hari Guru Nasional tingkat Kabupaten Kuningan, Rabu (25/11).

Iklan
Iklan

Dibalik penghargaan yang diterima, perjuangan Elly untuk mengajar di Madrasah Ibtidaiyah (MI) Situgede, Desa Situgede, Kecamatan Subang tidaklah mudah. Elly mengaku harus menempuh jarak lebih dari 8 kilometer untuk bisa sampai di MI Situgede mengendarai sepeda motor seorang diri.

Tiap hari Ia berangkat pukul 06.30 pagi melalui jalanan berliku yang licin serta harus naik turun bukit menjadi teman setianya ketika berangkat untuk mengajar di MI Situgede sejak pertama kali dirinya menjadi guru honorer pada tahun 2006 silam.

Iklan

“Jarak rumah saya ke sekolah itu ada 8 kilometer lebih setengah jam perjalanan melewati perbukitan, hutan, jalannya rusak, kalau hujan itu licin. Saya naik motor sendiri melewati jalan itu berbelok menanjak,” kata Elly, Kamis (26/11).

Ia menerangkan, menjadi guru honorer selama 14 tahun. Dirinya mendapat honor Rp 200 ribu hingga Rp 300 ribu perbulan. Namun uang itu Ia terima saat dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) MI Situgede cair atau tiga bulan sekali.

Meski begitu, terkadang kata Elly Kepala Mi Situgede berbaik hati dengan memberikan dana talangan untuk membayar honor Elly.

“Jadi guru honorer itu dibayarnya dari dana bos. Kalau bos cair baru diberi honor. Honornya sekitar Rp 200-300 ribu perbulan, itu dibayar kalau dana bos cair 3 bulan sekali. Tapi kadang kepala sekolah itu tidak tega, kadang ditalangi oleh kepala sekolah dulu,” ungkap Ibu tiga anak itu.

Ia mengatakan, honor yang diterima itu hanya cukup untuk biaya operasional pulang pergi mengajak. Meski begitu tekadnya yang kuat untuk mencerdaskan generasi penerus bangsa membuat Elly tetap bertahan menjadi guru honorer.

Terlebih menurutnya saat melihat senyum dari siswa-siswi di MI Situgede dapat menghilangkan lelah perjalanan seketika. Di MI Situgede, Elly mengajar jadi guru bidang studi Seni Budaya dan Keterampilan.

“Saya tidak melihat nilainya tapi karena memang tekad dan semangat saya untuk mengajar. Ketika sampai di sekolah melihat senyum siswa itu lelah penat hilang semua. Karena niat kami benar-benar bisa mendidik generasi bangsa,” ujarnya.

Ia berharap, di Hari Guru Nasional ini pemerintah dapat memperhatikan nasib guru honorer. Dirinya berpesan, kepada rekan-rekannya sesama guru honorer agar tidak putus asa berjuang mencerdaskan generasi bangsa.

“Harapannya dari saya untuk semua tenaga honor jangan putus asa terus berjuang mudah-mudahan dengan perjuangan kita pemerintah bisa lebih memperhatikan tenaga honorer karena tugasnya sama dengan guru PNS,” pungkasnya. (OM)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *