Disporapar Kuningan Dukung Pelaku Wisata Untuk Berinovasi Pengembangan Pariwisata

Informasi, Wisata554 views

KUNINGAN ONLINE – Ditengah pandemi Covid-19, sektor pariwisata di Kabupaten Kuningan terus didorong oleh Pemerintah Daerah melalui Dinas Pemuda, Olahraga dan Pariwisata (Disporapar), di Desa Sukamukti Kecamatan Jalaksana, Rabu (20/1/2021).

Iklan

Agenda yang digelar bertajuk Sinergitas Pengembangan dan Peningkatan Kemitraan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif ini dihadiri juga oleh Anggota DPRD asal Desa Sukamukti, Udin Kusnaedi, Camat Jalaksana, Toni Kusumanto, dan Kepala Desa Nana Mulyana.

Iklan

Kepala Disporapar Kuningan, Toto Toharudin, menyebutkan bahwa sektor paeiwisata harus menjadi garda terdepan dalam menunjang perekonomian masyarakat. Meski di masa pandemi Covid-19, Toto merasa optimis sektor pariwisata akan tetap bisa berinovasi.

“Kita ingin agar ada Daya Tarik Wisata (DTW) yang unggulan di tiap desa. Untuk menciptakan satu DTW unggulan dibutuhkan sinergitas semua pihak, bisa saling bermitra, termasuk dengan rekan-rekan media,” ujarnya.

Iklan

Pihaknya bermimpi wisata Kuningan bisa dikenal hingga mancanegara. Makanya, Toto menerangkan, tagline Disporapar Kuningan saat ini, adalah Pesona Kuningan Maju Berinovasi.

“Iya karena untuk mengenalkan wisata ini kita harus berani berinovasi, membuat terobosan,” terangnya.

Dirinya juga mengklaim tidak pernah takut karena ejekan (dibully,red) dan akan terus berlari memacu sektor wisata di Kuningan agar terus maju.

Maka dari itu, Toto Toharudin mengajak Insan pers dan para pelaku wisata di desa Sukamukti untuk terus berinovasi dalam pengembangan sektor wisata.

Terpisah, Kepala Desa Sukamukti, Nana Mulyana, menyebut di wilayahnya memang sedang dalam proses pengembangan menuju terwujudnya Lokasi Daya Tarik Wisata.

“Ada dua titik unggulan wisata yang sedang kami wujudkan. Pertama di lokasi Bumi Seni Tarikolot dan di lokasi wisata Religi makam leluhur Citamiang,” sebutnya di dampingi Camat Jalaksana Toni Kusumanto.

Nana mengungkapkan, yang dirasakan masih ada kekurangan yaitu masih belum representatifnya akses jalan menuju dua lokasi DTW yang akan diwujudkan tersebut.

“Kita akan dorong dari anggaran desa untuk akses jalan menuju Citamiang dan tetap kita juga butuh sinergitas semua pihak untuk mewujudkannya,” pungkasnya. (OM/Ida)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *