60 KK Mengungsi Sudah Empat Tahun Akibat Longsor 2017 Di Dusun Cimeong Ciwaru Kuningan

Informasi, Sosial524 views

CIWARU KUNINGANONLINE – Ratusan warga Dusun Cimeong Desa Cilayung Kecamatan Ciwaru Kabupaten Kuningan mengungsi sudah sekitar Empat Tahun ke Perumahan Relokasi di Dusun Mekarsari.

Perumahan Dusun Mekarsari Desa Cilayung Kecamatan Ciwaru.
Iklan

Pengungsian warga dilakukan oleh Pemerintah Daerah untuk keselamatan warga Dusun Cimeong. Dan kini kondisi Dusun Cimeong dikosongkan dan sempat viral di media sosial karena tidak ada penghuninya (Kampung Mati).

Iklan

Pantauan dilapangan, Kamis (20/5/2021). 60 KK dan ratusan jiwa telah menempati perumahan yang disediakan oleh pemerintah daerah.Perasaan mereka sangat bahagia dan tenang, sebab tidak dihantui lagi oleh bencana longsor.

“Alhamdulillah, ditempat yang baru ini cukup nyaman dan perasaan juga tak dihantui oleh ancaman bencana,” ungkap Beni (66) salah satu warga Dusun Mekarsari Desa Cilayung Kecamatan Ciwaru saat ditemui di lokasi.

Iklan

Beni menceritakan, kejadian 2017 akibat longsor itu. Tentunya membuat hati khawatir, dan melihat kejadian bencana longsor sangat mengerikan.

“Iya, kejadian longsor kami sangat khawatir, karena antar rumah saling berbenturan. Ada juga rumah yang langsung hancur dihantam longsor,” ujarnya.

Ia juga mengungkapkan rasa bahagia karena bisa tinggal ditempat yang baru. Meskipun kondisi air nya tak seperti di Dusun Cimeong yang terus mengalir.

Tapi, Beni mengatakan, setidaknya ditempat yang baru ini tidak dihantui oleh bencana. Namun, dirinya mengeluhkan kondisi air yang terkadang ada, kadang pula tidak ada.

“Saya berharap, untuk air pemerintahan bisa membantu mengirimkan air. Baik dua minggu sekali maupun satu bulan, sebab air di perumahan relokasi ini susah,” kata Beni.

Hal senada diungkapkan oleh Budin (55), Ia menempati perumahan relokasi warga sudah empat tahun. Dan disini sangat nyaman, dibanding dengan sebelumnya (Dusun Cimeong, red).

“Empat tahun sudah berlalu, di sini kami senang bisa menghirup udara segar. Walapun sehari-hari harus bertani untuk memenuhi kebutuhan hidup,” pungkasnya. (OM)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *